Wednesday, April 16, 2008

Fragmen Musim Pancaroba



apa yang di persembahkan malam
untuk musim ini ?
adalah harihari kelam
menuju persimpangan pendirian
dan apabila angin bergerak menurut kata hati
tinggallah ia berhembus kering
sebab kemarin,
telah ia letakkan sebuah mimpi
di sembab hari

apa yang di persembahkan angin
dalam semusim ini ?
hanya pengap yang meluruhkan mimpi
di ujung hari
mematikan fungsi gerak nadi
tinggallah diri berwujud sepi

apa yang di persembahkan alam
untuk sebuah musim pancaroba ?
adalah gerak galau yang meracau
di kematian keteraturan ....

jkt,160408
-indah-

Tuesday, January 29, 2008

Menjelang Fajar


malam tertatih bisu
harap redam sesaat
lalu mati seketika

oh,
ada yang hilang disana ?

dia hingar
yang tadi menjelma bimbang
lalu sunyi
hingga tiba di nadi hari

oh...
siapa malam ?
hanya kelam berutang sinar ?

(Bulan...
masih saja mengais bahagia
pada siang ?)

290107
-indah-

Thursday, November 15, 2007

Urban Angel




Berkeliaran merangkai waktu
Sayap terkulai

Satu nafas tersenggal bisu
Menanti ajal kota tua

Jiwa kota tua
Dinanti hening ...

*2007
-indah-

Thursday, November 1, 2007

Prambanan (Roro Jonggrang)



Diammu: Rapuh!

Tubuhmu seluruh

Kau biarkan waktu memakan hidup

Kau yang tua
Luruh
Mati

Keindahanmu adalah puingpuing legenda
yang hidup di museum purba

2007
-indah-

Wednesday, October 31, 2007

Kesah

: Abimanyu

tubuh meretas bibir malam
pelan mengendap desah
lalu luruh di suatu sudut

"telah ku titipkan jiwaku,
dalam tubuhmu
biar ia beriak mencumbu
saat waktu memenjara tubuh"

Menteng,31 Oktober 2007
-indah-

Friday, August 24, 2007

Musim Luruh

/1/
musim luruh di lembah waktu
meninggalkan satu cerita lusuh
tentang matahari terbenam
dan bulan kesiangan

/2/

kemarin aku mimpi menggigit waktu
hingga waktu gompel, tidak utuh
ternyata itu waktu kamu dalam diriku
yang kini tinggal menunggu luruh

/3/


Menteng, 24 agustus 2007
-indah-

Saturday, August 18, 2007

Merdeka

Hanya euforia tak usai tertawa
Tasbihkan seluruh penghayatan
Merdeka ! serunya
Dengan pekikan hingar
Dan hamburan hujan uang

Merdeka! seru mereka
Berkalikali, beratusratus kali
Dibawah gemerlap lampu tujuhbelasan
Lagilagi pekikan menuai uang

Merdeka ? tanya mereka
Di kolongkolong jembatan
Di rumahrumah berhimpitan
Di pengasingan
Dipelosok pedesaan

Merdeka !
Merdeka ?

Oh euforia ...
Merdeka milik siapa ?
Oh euforia...
Jangan tambahkan luka ...

Menteng, 16 agustus 2007
-indah-

Friday, July 27, 2007

Aku Ingin

aku ingin sebilah pedang

sekedar membunuh bayangan

yang diisaratkan malammalam

kepada lampu taman lawang



Menteng, 27 juli 2007

-indah-

Tuesday, July 24, 2007

Aku (Masih) Menangisi Malam Terik

aku masih menangisi malam terik
mendekap rengkuh tubuh bumi
diiringi hujan batu bertubitubi

sering ku bertanya,
adakah Tuhan sudi membayar
kucur air mata di sudut bebatuan ?

senyatanya ...
sulit di terka mata manusia

dan kau masih saja bercerita
tentang ksatria pemecah malam,
menculik putri telaga buta ?

(aku masih menangisi malam terik yang membalut pertiwi.
anginnya menyayat kulit hingga terkelupas)

dan kau masih saja bercerita ?

kumohon diam
sebab bercerita, hanya melampaui luka ...

24/07/07

----------------------------------
Dimuat di koran Seputar Indonesia (Sindo)
tanggal 12 Agustus 2007

Monday, July 23, 2007

Aku Masih Menunggu

Fa,
Aku telah sampai di labirin waktu
Dengan dua pintu lebar
Lumut menjalar di sekelilingnya
Karena suhu membiarkannya sedapat itu

Fa,
Aku masih menunggu
Kau bawa pena itu
Lalu goreskanlah peta ditanganku
Biarkan labirin menemukanku

Menteng, 23 Juli 2007
-indah-

--------------------------------
Dimuat di koran Seputar Indonesia (Sindo)tanggal 12 Agustus 2007