Thursday, April 7, 2011

Teruntuk mu Hatiku

: Suamiku, Abi Marahendra

Terntuk wajah bening telaga yang selalu menghantarku pada sesuatu yang indah, inginnya ku mengeluh tentang malam-malam di tepian dengan kerinduan padamu yang tak berkesudah. Dan perahuku masih engkau menjaganya, aku pun selalu menangis untuk itu.Kalaulah suatu waktu aku pernah berjanji, “bahkan pada mimpi terburuk pun, tanganku akan selalu menggapaimu” maka sesuangguhnya kaulah yang demikian dan akupu menangis : bersyukur. Kerinduan di malam-malam menghantarkan rasa yang dingin, maka selalu kubiarkan imaji dirimu menghangatkanku, kubiarkan diriku hanyat oleh waktu masa lalu ketika kita baru bertemu, mengenal dan mengikat janji. Aku tidak akan pernah melupakan mata itu : mata yang selalu mencari, dan aku sadar mata itu telah hilang berganti dengan mata yang hangat: matahati di harihariku, kemudian. Malam ini, sungguh, aku tidak berharap akan tepian, daratan atau benua betapapun indahnya, betapapun hijaunya. Aku hanya ingin menjadi makhluk laut mungil yang menghabiskan hidupku mengarungimu, menyelamimu betapapun luasnya dan dalamnya dirmu. Sebab engkaulah denting dawai bening pertama yang mengirim gelombang getaran di sungai kecilku, sebab engkaulah riak gelombang yang menghantarku menyelam ke dasar sadarku mengenal hidup, sebab engkaulah peraduan terhangat dari apapun… I Miss U so Much….

Depok, 7 April 2011
-indah-

“Cinta hanyalah cinta,
hidup dan mati untukmu,
mungkinkah semua tanya,
kau yang jawab
Dan tentang seseorang,
itu pula dirimu,
ku bersumpah akan mencinta” (Ost AADC : Tentang Seseorang, Anda)